Dinilai Tidak Jeli, PT CPR Sanggah Putusan Panitia Proyek Peningkatan Jalan Cibinong

Ilustrasi

BOGOR, INDONEWS –PT Citra Parmindo Riguna (CPR) menyanggah keputusan panitia pada proyek pekerjaan peningkatan Jalan Cibinong-Al Falah di Kecamatan Cibinong, tahun anggaran 2021. Dimana panitia telah memenangkan PT Neni Citra Pratama (NCP).

“Kami menyanggah keputusan panitia yang juga dengan dikeluarkannya Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor 027/052/BAHP/Kelompok Kerja Khusus 2 – TA 2021/II/2021 tanggal 15 Februari 2021. Kami selaku perusahaan atas nama PT. Citra Pamindo Riguna menyanggah hasil keputusan panitia yang memenangkan PT. Nenci Citra Pratama dan tidak meluluskan perusahaan kami pada tahap evaluasi teknis,” jelas Direktur PT CPR, Batara Siallagan, melalui keterangan tertulisnya, Senin (22/2/2021).

Batara menjelaskan, perusahaannya tidak lulus tahap evaluasi teknis dengan alasan panitia, antara lain: satu, jadwal pelaksanaan pekerjaan yang dilampirkan tidak memenuhi persyaratan (tidak mencerminkan jadwal penggunaan alat) sesuai persyaratan.

Dan kedua, surat dukungan Hotmix yang dilampirkan atas nama PT. Claten Bersinar Sejahtera tidak memenuhi persyaratan (tidak terdapat dukungan terhadap item Lapis Resap Pengikat-Aspal Cair dan Lapis Perekat-Aspal Cair) sesuai persyaratan.

“Kami sampaikan bahwa jadwal penggunaan alat yang kami lampirkan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan sesuai denga jadwal utama. Kemudian kedua, surat dukungan hotmix yang disampaikan didokumen pemilihan tidak terperinci dalam hal item yang dibutuhkan dalam surat dukungan, seperti dokumen-dokumen pemilihan yang sudah-sudah. Setahu kami, surat dukungan hotmix hanya melampirkan item AC-WC dan AC- BC L,” ujarnya.

“Kalau memang perusahaan kami tidak lulus dalam hal surat dukungan hotmix, seharusnya dalam dokumen pemilihan disebutkan surat dukungan apa item apa saja yang harus didukung seperti point 3 surat dukungan penutup saluran (melampirkan scan asli surat dukungan saluran U-Tipe DS 1 dan Penutup Saluran U-Tipe DS 1 (mutu beton K-350). Dan ketiga, waktu aanwijzing pun jawaban panitia begini: ketentuan surat-surat dukungan (beton readymix dan hotmix) yang diperlukan tetap tidak berubah sesuai LDP huruf F.6.3,” jelasnya.

Oleh karenanya, Batara meminta meminta panitia untuk mengevaluasi ulang dan memeriksa dengan jeli dokumen pemilihan yang dibuat tersebut.

“Kami berharap panitia menilai dengan normatif untuk pelelangan ini, jangan mengada-ngada karena dokumen pemilihan yang kurang lengkap dalam hal surat dukungan, untuk itu bilamana panitia tidak mengindahkan sanggahan kami. Kami akan langsung menembuskan sanggahan ini kepada LKPP,” jelasnya.

“Untuk itu sekali lagi kami harap panitia memeriksa berkas dengan teliti agar tidak terjadi kesalahpahaman dan tidak terindikasi adanya korupsi, kolusi dan nepotisme, dan tidak mengakibatkan terjadi pelanggaran Pasal 2 dan Pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo. Undang-undang nomor 20 tahun 2001 yang berbunyi : Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” pungkas Batara. (bin)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook