Menginspirasi, Desa Lumban Sirait Gu Mampu Lahirkan Tokoh-tokoh Nasional

Ibu Kota Kecamatan Porsea.

TOBA, INDONEWS – Mungkin, sebagian orang tak begitu kenal dengan Desa Lumban Sirait Gu. Ya, Desa Lumban Sirait Gu adalah salah satu desa di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara yang bisa dijadikan inspirasi masyarakat Indonesia lantaran desa ini mampu melahirkan tokoh-tokoh nasional.

Salah satu putra Lumban Sirait Gu yang merantau ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat Jonny Sirait A. Md menyebutkan, desa ini juga dikenal sebagai desa terpencil, dan santer disebut desa kelahiran sejumlah tokoh nasional.

“Namun demikian, desa terpencil ini mampu melahirkan tokoh-tokoh nasional. Artinya, di desa ini potensi kemunculan orang-orang berpengaruh sangat besar,” ujar Jonny, saat diwawancari Indonews, di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/2/2021).

Simak Video Seputar Desa Lumban Sirait Gu, dibawah ini:

Jonny yang menjadi salah satu narasumber dalam vlog youtube “Channel Indra R” menyebutkan, tokoh-tokoh nasional yang lahir kawasan tanah Batak itu antara lain, Prof. Dr. Midian Sirait (mantan Dirjen Kementerian Kesehatan), Prof. Dr. K. Tunggul Sirait (Ilmuwan dan mantan Rektor Universitas Kristen Indonesia), Sabam Sirait (tokoh politik), Maruarar Sirait (tokoh politik), Arist Merdeka Sirait (Aktifis HAM Anak) dan masih banyak tokoh nasional yang lahir dari desa terpencil ini.

“Lumban Sirait Gu adalah tanah asal atau leluhur saya, karena orangtua atau bapak saya lahir dan besar di desa tersebut. Bahkan, pemakaman bapak dan Ibu saya juga ada di desa tersebut. Kemudian kakek maupun nenek saya juga di sana (Desa Lumban Sirait Gu, red). Yang menjadikan kebanggaan desa ini ialah, desa terpencil yang mampu melahirkan orang-orang penting. Dengan begitu, sejatinya desa ini menjadi penyemangat untuk masyarakat yngg tinggal di pedalaman. Harus bisa bersaing untuk maju dengan masyarakat perkotaan,” seru Jonny.

Jonny mengaku, meskipun sekarang tinggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, namun hampir setiap tahun pulang ke desa tersebut dengan membawa anak-ananya ke kampung agar tetap mencintai tanah asal, maupun leluhurnya.

“Kita juga harus tahu, Lumban Sirait itu maksudnya adalah kampungnya Sirait. Lumban itu artinya kampung. Sedangkan Sirait itu marga. Lumban Sirait, artinya kampung sirait,” jelas Jonny.

Namun begitu, Jonny tak ingin lebih jauh mengupas soal sejarah kampung tersebut. Ia hanya ingin bangsa ini tahu bahwa kampung terpencil bisa melahirkan tokoh nasional yang berperan membangun bangsa dan negara.

“Jadi saya ingin menyampaikan bagaimana sebuah desa terpencil bisa melahirkan tokoh-tokoh nasional. Satu, itu karena prinsip warga Desa Lumban Sirait yang tetap fokus mendidik anak-anaknya agar sukses. Kedua, menghormati dan melestarikan tradisi maupun budaya sebagai bekal anak dalam meraih ilmu. Ketiga, memupuk semangat penuh juang yang tak pernah putus. Setiap orangtua mendidik anaknya dengan tekun dan rajin, sehingga mampu melahirkan generasi bangsa yang berkualitas,” jelas Bang Jon, sapaan karibnya.

Suasana di salah satu kampung di Desa Lumban Sirait Gu

Lebih jauh Bang Jon memaparkan, kekuatan semangat yang ditanamkan warga Luman Sirait terbukti mampu membidani kelahiran tokoh-tokoh nasional, meskipun di desa terpencil. Selain itu, lanjut dia, budaya dan gotong royong warga setempat juga sangat kuat

“Di desa ini, pluralisme, toleransi juga begitu dihormati, dipegang teguh sebagaimana tertuang dalam Pancasila. Batak Toba sangat menghargai pluralisme dan gotong royong, dimana bila ada acara pesta adat maupun duka selalu ll mengendepankan gotong royong, tidak pernah melihat dari sisi agama, terlebih, warga desa ini juga tak pernah lupa bahwa kampung halamannya tetap dalam bingkai NKRI,” ujar Jonny.

Dengan berkaca pada desa terpencil ini, Jonny mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi bangsa tidak patah arang meski lahir di kampung kecil. Justru, hal itu harus menjadi motivasi dalam misi menunjukan jati diri yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Kita semua sebangsa dan setanah air memiliki kesempatan yang sama, menjadi tokoh negeri. Hanya saja, usaha kita yang akan membedakan. Mari kita berkaca kepada Desa Lumban Sirait Gu, desa terpencil yang mampu melahirkan SDM berkualitas, maka siapapun kita, dimanapun kita, semuanya bisa seperti mereka, menjadi tokoh negeri tercinta ini,” papar Bang Jon.

“Saya berpesan kepada saudara-saudara kita yang jauh dari Ibukota agar tetap semangat dan terus belajar. Kita tidak akan kalah dengan orang-orang yang tinggal di ibukota,” katanya.

Kemudian, imbuh Jonny, siapapun tidak boleh lupa dengan tanah leluhur. Khususnya warga Desa Lumban Sirait Gu, tidak boleh lupa dengan Bahasa Batak Bona Pasogit.

“Bagi perantau-perantau yang sudah sukses, saya ingin mengingatkan agar ikut membangun kampung halamannya,” ucap dia. (bon)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook