Resepsi Pernikahan di Bantarjati Klapanunggal Kena, Denda Ini Sebabnya

BOGOR, INDONEWS – Sebagai upaya menekan dan pencegahan penyebaran Covid-19, Bupati Bogor Ade Yasin terus memperpanjang Perbub No 443/174/Kpts/Per-UU/2021 tentang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pra adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat sehat, aman dan produktif melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga yang kesebelas.

Dimana satu poin perbup tersebut menyatakan, kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara, termasuk di dalamnya tidak atau belum diperbolehkan menggelar dangdutan di acara resepsi pernikahan (hajatan).

Namun pada Sabtu (27/2/2021) lalu, resepsi pernikahan warga Kampung Nambo, Bantarjati RT 05 RW 02, Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sempat membuat geram camat, pasalnya dalam resepsi pernikahan anak pasangan Naan dan Enjuh tersebut mengadakan acara dangdutan hingga larut malam.

Saat dikonfirmasi Indonews melauli WhatsApp, Camat Klapanunggal Ahmad Kosasih mengaku sudah memanggil yang bersangkutan pada hari Minggu untuk dimintai keterangan oleh Kanit Pol PP, berikut RT, kadus dan ketua BPD.

“Kadesnya kemarin sedang menghadiri pernikahan di Sukabumi dan penyelenggaranya dikenakan sanksi denda,” jelas Camat Klapanunggal.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kanit Pol PP Kecamatan Klapanunggal, Atma. Dia mengatakan, pihaknya selaku penegak perda telah melaksanakan pemanggilan serta pemeriksaan dan penindakan serta serta sudah melaporkan ke bupati.

“Barusan saja selesai pembayaran denda oleh yang hajat serta diberi surat teguran langsung oleh PPNS Kabupaten Bogor,” jelasnya, Senin (1/3/2021). (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook