Soal Bambu Tiang Bendera, Ini Penjelasan Kepala SDN Ciapus 07

BOGOR, INDONEWS – Sebelumnya diberitakan, tiang bendera di SDN Ciapus 07 dari bambu. Kepala SDN Ciapus 07, Didin mengklrafikasi bahwa tiang tersebut bukan merupakan tiang bendera sehari-hari, melainkan bekas agustusan.

“Itu bukan tiang bendera, tapi bekas Agustusan, mungkin belum diangkat (dicopot). ‘Kan tiang bendera ada di lapangan yang sama-sama dengan SDN Ciapus 05. Memang itu kelalaian saya, enggak segera mencabut,” jelas Didin melalui pesan WhatsApp, Jumat (26/3/2021).

Pada berita sebelumnya, wabah pandemi virus corona (Covid-19) berdampak besar bagi SDN Ciapus 07 yang satu lokasi dengan SDN Ciapus 05, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

BERITA TERKAIT: SDN Ciapus 07 Memprihatinkan, Tiang Bendera Masih Gunakan Bambu

Pantauan INDONEWS, Kamis (25/3/2021), tidak ada aktivitas di sekolah. Ironisnya, bangunan sekolah, tidak terurus. Tampak juga tiang bendera pun masih terbuat dari bambbu, terkesan asal ada.

Di tempat terpisah, pemerhati Pendidikan Kabupaten Bogor, Jonny Sirait, Amd menyebutkan, dunia pendidikan di Tagar Beriman masih banyak menyimpan pekerjaan rumah.

“Dalam hal ini, peran Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor harus ditingkatkan. Selayaknya, di masa pandemi Covid-19, disdik juga fokus terhadap sarana dan prasarana sekolah lantaran banyak ditinggalkan penghuninya, karena belajar tatap muka ditunda,” terang dia.

Pria yang juga tokoh politik Kabupaten Bogor itu menambahkan, pendidikan menjadi prioritas selanjutnya setelah pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19. Menurutnya, program pemerintah di bidang pendidikan tidak boleh berhenti dan terkendala pasca adanya wabah corona.

“Kita optimis wabah ini akan segera berakhir. Namun kita juga harus memikirkan langkah selanjutnya, jangan sampai ketika pembelajaran kembali normal, justru pemerintah terbebani karena kondisi bangunan sekolah rusak. Jadi saya memohon agar Disdik Kabupaten Bogor memperhatikan sarana prasarana sekolah,” tuturnya.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor itu menandaskan, selain Disdik Kabupaten Bogor, peran anggota legislative juga sangat dibutuhkan.

“Kiranya sikap gotong royong semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menunjang nasib guru, siswa khususnya seluruh rakyat Indonesia. Kita harus tetap ingat bahwa sekolah menjadi lembaga atau tempat mencerdaskan anak bangsa, sehingga keberadaannya harus tetap dirawat,” pungkas Jonny. (ddn)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook