Dampak Pencemaran PT PPLI, Warga Nambo Sampaikan 12 Tuntutan

BOGOR, INDONEWS – Sepuluh hari telah berlalu, tepatnya tanggal 19 Maret 2021, masyarakat Desa Nambo dan sekitarnya direpotkan bau menyengat yang bersumber dari PT PPLI, dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Menyikapi kejadian tersebut, pemdes dan masyarakat menggelar musyawarah di aula kantor Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Senin 29 Maret 2021 untuk mengumpulkan usulan para warga yang terdampak pencemaran.

Musyawarah juga melibatkan tim khusus untuk merumuskan dan merangkum usulan-usulan warga. Musyawarah juga dihadiri Muspika Kecamatan Klapanunggal, serta dari pihak perusahaan PT PPLI, Ahmad Farid dan para tokoh serta Karang Taruna.

Ada 12 poin usulan yang disampaikan warga melalui Pemdes Nambo kepada pihak PT PPLI yakni. 1. Pemdes meminta cek uji kelayakan standar operasional prosedur (SOP), 2. baper zone, 3. memberikan pelayanan kesehatan, 4. memberikan kompensasi, 5. bidang tenaga kerja, 6. bidang fasilitas umum, 7. bidang keagamaan, 8. bidang pendidikan, 9. keamanan atau security, 10. Pemberdayaan, 11. perbaikan sistem produksi dan 12. monitoring udara setiap bulan dan melaporkan hasil ke pihak Pemdes Nambo.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Nambo, Nanang SE menyampaikan empat usulan, dimana keempat usulan tersebut harus diprioritaskan PT PPLI, menyangkut kesehatan warga yang terdampak kejadian pada tanggal 19 Maret 2021.

“Sampai sejauh mana bahaya limbah tersebut dan untuk jenis limbahnya harus disampaikan secara berkala dan terbuka oleh kementerian,” katanya.

“Yang terdampak di tanggal 19 Maret 2021 juga harus dicek kesehatannya agar betul-betul memberikan kenyamanan masyarakat, dan biayanya ditanggung pihak PT PPLI,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, perusahaan harus menyediakan sarana kesehatan 24 jam di pustu dengan biaya gratis, ditambah PT PPLI juga harus menyediakan ruang rawat inap khusus untuk warga Desa Nambo terkait adanya pencemaran dan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Ia menuturkan, konpensasi yaitu adanya pertanggungjawaban dari pihak PT PPLI terkait kompensasi kepada 41 orang yang mengalami gangguan kesehatan pusing3, mual, muntah dan lemah, pasca terjadinya pencemaran udara pada tanggal 19 Maret 2021.

“Adanya kompensasi kepada 41 orang yang terdampak langsung sebesar Rp1.000.000 per orang bagi masyarakat Desa Nambo dari pihak PT PPLI,  adanya kompensasi bagi seluruh warga Desa Nambo yang terdampak langsung pasca kejadian pencemaran udara sebesar Rp1.000.000 per KK kepada warga masyarakat Desa Nambo dari pihak PT PPLI,” katanya.

Pihaknya juga meminta adanya konvensasi kepada warga secara berkelanjutan atau jangka panjang selama perusahaan melakukan produksi sebesar Rp1.000.000 per KK yaitu perbulannya untuk ring 1, kompensasi berkelanjutan jangka panjang selama perusahaan melakukan kegiatan produksi kepada masyarakat Desa Nambo sejumlah Rp700.000 per KK atau perbulan ring 2.

“Dari semua usulan, juga harus memprioritaskan warga Desa Nambo untuk menjadi tenaga kerja di PT PPLI dan juga adanya informasi dari para kontraktor PT PPLI kepada pihak pemdes sebelum melaksanakan kegiatan karena ini sangat penting,” jelas Nanang.

Pihaknya juga mengkritik terkait adanya anggota humas dari warga Desa Nambo, yang harusnya lebih proaktif dalam berkomunikasi dengan warga masyarakat Desa Nambo, sehingga bilamana terjadi peristiwa diluar dugaan bisa cepat tanggap.

“Kemudian adanya peninjauan ulang terkait kinerja humas PT PPLI adanya area buffer zone yang sesuai dengan aturan yang berlaku peningkatan pemberdayaan untuk warga masyarakat Desa Nambo dan mengenai kelayakan perusahaan mohon ditinjau kembali oleh dinas terkait. Semoga harapan bisa dikabulkan oleh pihak perusahaan PT PPLI,” pungkasnya.

Sementara dari PT PPLI, Ahmad Farid yang menghadiri musyawarah menyampaikan bahwa semua yang diusulkan oleh masyarakat Desa Nambo melalui desa akan dibawanya.

“Dari 12 poin usulan tersebut ada beberapa poin yang kami juga sudah upayakan, nanti usulan ini akan mendapatkan jawaban. Insha Allah hari Rabu atau Kamis besok,” ucapnya singkat. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook