Merasa Dibohongi, Para Ketua RW Tlajung Udik Buat Surat Pernyataan

BOGOR, INDONEWS – Menindaklajuti surat permohonan yang dibuat dan diwakili Dedi Mulyadi selaku Kepala Dusun ll Nomor 001/DSN/11/IX/2018 tanggal 20 September 2018 serta diketahui oleh Ujang Bukhori Selaku Kepala Desa Tlajung Udik, dicatat dan diregister dengan nomor 003/673/IX/2018 yang ditujukan kepada pihak PT.Ferry Sonneville, para Ketua RW di Tlajung Udik membuat surtat pernyataan.

Surat permohonan yang dibuat tahun 2018 tersebut, seolah yang menandatangi, memohon dan meminta kepada pihak PT Ferry Sonneville untuk melakukan pengalian tanah di tanah PSU, padahal menurut para RW itu tidak benar.

Terkait adannya hal tersebut para ketua RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se Kadus ll Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor tanggal 26 Maret 2021 membuat surat pernyataan bersama.

Surat pernyataan tersebut bertujuan membantah dan menyatakan kalau semua yang pernah dijanjikan PT Ferry Sonneville tidak pernah direalisasikan hingga terbit surat pernyataan bersama.

Dalam surat pernyataan bersama yang dibuat, menyatakan bahwa dari 3 permohonan yang telah diajukan tersebut, tidak ada satupun yang terealisasi sampai saat ini. Bahkan saluran air yang sudah ada justru hilang ikut tergali tanpa dibuat saluran air baru.

Selanjutnya dalam surat penyataan bersama, juga menyatakaan, mereka tidak pernah mengajukan permohonan penggalian tanah di lokasi tersebut. Adapun kutipan surat pernyataan bersama tersebut ialah:

Bahwa kami tidak mengetahui kalau ternyata terdapat tanah milik Hutama Tjahyadi yang ikut digali oleh pihak PT. Ferry Sonneville, kami merasa kecewa bahwa selepas pelaksanaan penggalian tanah tersebut, justru dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya penuraban di sekeliling lokasi penggalian tersebut.

Berikutnya pada awalnya kami berpikir bahwa tanah tersebut masih milik PT. Ferry Sonneville yang akan digunakan untuk sarana pendidikan dan olahraga yang belum diserahkan oleh pihak pemerintah Daerah kabupaten Bogor sehingga kami membuat surat permohonan yang ditunjukan kepada pihak PT. Perry Sonneville pada tanggal 20 September 2018.

Namun baru-baru ini kami baru mengetahui kalau ternyata tanah tersebut adalah Fasos Fasum yang sudah diserahkan oleh pihak PT. Perry Sonneville kepada pemerintah kabupaten Bogor pada tahun 2017, sehingga kami merasa prihatin dan mempertanyakan mengenai keabsahan dan legalitas aktifitas penggalian tanah tersebut.

Surat pernyataan bersama yang ditandatangani ketua RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se Kadus ll Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor tanggal 26 Maret 2021

Supriadi yang ikut membubuhi surat pernyataan bersama tersebut menyebutkan, surat pernyataan yang dibuat merupakan bentuk kekecewaan terhadap PT Ferry Sonneville, sekaligus membantah jika lingkungan pernah memohon atau pun mengajukan pengalian tanah PSU di tahun 2018 kepada Pihak PT Ferry Sonneville.

“Kami merasa dibohongi PT Ferry Sonneville dan kecewa. Dulu saat penggalian katanya akan direalisasikan semua yang kami ajukan, seperti jalan, drainase dan turap, namun ternyata tidak,” ujarnya, Senin (29/3/2021).

Supriadi mengakui, bahkan ada salah satu tanda tangan tokoh masyarakat yang dipalsukan dalam surat permohonan di tahun 2018 tersebut.

“Dan surat permohonan warga yang meminta agar tanah PSU itu digali itu bohong,” ujarnya.

“Saat ini, akibat galian, di RT 02 sering banjir, padahal sebelumnya walaupun hujan deras sekalipun tidak pernah banjir dan cepat surut airnya,” tambah Supriadi.

“Kami berharap agar PT Ferry Sonneville segera memenuhi janjinya karena khawatir jika tidak cepat diturap dan dibuatkan drainase akan berdampak negatif pada lingkungan sekitar dan tidak menutup kemungkinan terjadi longsor,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook