Akibat Ulah Oknum Perangkat Desa, Warga Cileungsi Kidul Resah

BOGOR, INDONEWS – Keresahan yang timbul di masyarakat Sesa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dinilai akibat ulah oknum perangkat Desa Cileungsi Kidul inisial DS, terkait masalah izin hajatan dan pungutan liar (pungli).

Berdasarkan informasi dari masyarakat berinisial HW, bahwa dirinya pada Maret lalu mengelar hajatan (resepsi pernikahan anaknya). Namun karena hajatannya dalam situasi pandemi Covid-19, maka harus ada izin dari Satgas Covid-19 tentang prokes.

“Dalam hal ini saya mengikuti aturan tersebut dengan membuat surat pernyataan dan surat dari RT RW. Dimana dalam surat pernyataan intinya berbunyi, pemangku hajatan bisa menerapkan dan mentaati aturan terkait prokes,” ungkap  HW, Kamis (1/4/2021).

Namun, ia mengaku sangat menyayangkan perilaku Satgas Covid-19 Desa Cileungsi Kidul berinisial DS yang melakukan pungutan.

“Saat saya mengurus surat izin dan membuat surat pernyataan tersebut, DS menyampaikan harus ada amplop berisi uang untuk jatah satgas Covid-19 desa karna satgas Covid-19 tingkat RT RW tidak berlaku,” bebernya.

Bahkan, kata dia, DS sempat mengancam, jika tidak ada amplop berisi uang tersebut, hajatan akan dibubarkan.

“Pada saat saya menggelar hajatan, Satgas Covid-19 yang dipimpin oleh DS tersebut datang lagi dan meminta uang lagi dengan dalih untuk jatah Satgas Covid-19 desa yang kontrol ke lokasi hajatan,” ungkap HW lagi.

“Dari pada saya ribet dan takut hajatan saya dibubarkan karena gak ngasih amplop, ya saya kasih saja tiga amplop yang isinya masing-masing Rp100 ribu. Padahal di RT, RW kita juga ada satgas Covid-19 dan kami libatkan untuk memantau proses jalannya hajatan, tapi terkesan tidak dianggap,” tambahnya, kesal.

Lebih jauh ia menyebutkan, ternyata bukan hanya dirinya yang dimintai “jatah” oknum satgas tersebut, melainkan ada warga lain yang juga senasib dengan HW.

“Ada juga warga lain yang menggelar hajatan sebelum saya, ternyata digituin (dimintai uang, red). Terkesan dipersulit oleh oknum DS dan dimintai uang juga. Saya juga dapat Informasi lagi bahwa yang akan melaksanakan hajatan bulan April ini juga sudah menyetorkan uang pada DS,” bebernya.

“Saya dan juga warga lain resah dengan ulah oknum tersebut. Terkesan memanfaatkan situasi. Saya juga gak tahu aturan tersebut benar apa tidak. Sepengetahuan saya orang mau hajat itu cukup izin RT RW dan tidak dipungut biaya, kecuali hajatannya ada hiburan live musik dan izinnya harus ke instansi terkait,” pungkasnya.

Sementaran Kepala Desa Cileungsi Kidul, Rudi Sukarya saat dikonfirmasi terkait hal ini tidak berada di kantor. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook