Diduga, Tanah Warga Digali Tanpa Izin, Akses Jalan PSU Ditutup

BOGOR, INDONEWS,- Diduga pernah digali PT Ferry Sonnevile (FS), berbarengan dengan lahan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) di RT 02, RW 06, Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, lahan berplang atas nama Hutama Tjahjadi alias Cahyadi yang merupakan akses jalan menuju lokasi rencananya akan dibangun 8 gedung pemerintahan, dipagar warga.

Sejumlah tokoh masyarakat RT 02 RW 06 secara gotong royong melakukan pemasangan pagar tersebut di lahan seluas kurang lebih 1500 meter persegi yang berdempetan dengan PSU di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (5/4/2021).

Ketua RW 06, Rohman Tigung mengatakan, pemasangan arcon itu berdekatan dengan lahan yang beberapa waktu lalu dipasang plang oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk pembangunan sejumlah gedung termasuk sekolah dan GOM.

BERITA TERKAIT: Oknum Mengaku Utusan Pemda Gali Tanah Tanpa Izin Pemilik

“Lahan tersebut dilakukan pemagaran karena memang pak Cahyadi yang meminta. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengamanan aset milik pak Cahyadi,” ujar Rohman.

Ia menerangkan, pihaknya mengetahui lahan seluas kurang lebih 1.500 meter persegi tersebut milik Cahyadi setelah dilakukan pembelian dari Acim bin Kihin.

“Lahan tersebut telah dibeli oleh pak Cahyadi pada tahun 1993. Jadi, pemagaran sah-sah saja dilakukan oleh pihak pak Cahyadi,” terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa lahan yang dilakukan pemagaran tersebut ada keterkaitan dengan lahan PSU Pemkab Bogor.

“Ini jalan akses utama dari arah Bojong Nangka menuju lapangan bola atau tanah PSU yang pada tahun 2018 dilakukan penggalian kira-kira sedalam 4 meter. Malah tanah pak Cahyadi ikut digali. Mungkin ini salah satu alasan kenapa dipagar, supaya tidak ada lagi pemanfaatan lahan tanpa ijin,” ujarnya.

Senada, Kadus 02 Desa Tlajung Udik, Arsan menegaskan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Cahyadi melibatkan warga setempat.

“Sebelum pemagaran, pemilik lahan sosialisasi dulu. Bukan hanya itu, warga juga dilibatkan atau diperkerjakan dalam pemasangan arcon tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, adanya pemagaran terhadap lahan tersebut tidak menganggu akses warga setempat pada umumnya.

“Akses untuk mobilitas warga sama sekali tak terganggu. Malah ada kerjaan tambahan untuk perbaikan jalan warga yang tadinya tanah merah, sekarang sudah diurug dengan limestone. Kami malah berterima kasih,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemkab Bogor telah memasang sejumlah plang rencana pembangunan sejumlah gedung di lahan yang berdempetan dengan milik Cahyadi, Selasa (9/3) lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanahan pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujianto memaparkan, pihaknya melakukan penataan terhadap PSU yang diserahkan PT Ferry Sonneville.

“PSU itu sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat khususnya Gunung Putri agar segera dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Pemkab Bogor berencana akan membangun GOM, Puskesmas, SMP Negeri 4, Kantor Desa Tlajung Udik, Masjid, UPT AP2KB, UMKM dan BLK,” papar Eko. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook