Peduli NTT, Bara JP Bantu Dermawan Salurkan Bantuan

NTT, INDONEWS – Musibah yang bertubi-tubi menerpa sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengetuk hati para pengurus Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP). Mereka langsung berinisiatif membuka donasi untuk membantu korban bencana alam itu.

Plt Ketua Umum Bara JP, Utje Gustaaf Patty mengaku telah mendapatkan informasi bahwa korban bencana NTT yang terjadi pada Minggu (4/4/2021) mencapai puluhan orang.

“Kami menerima informasi, bahwa bencana yang mungkin adanya siklon tropis Seroja sehinga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah NTT telah menelan korban sebanyak 68 orang tewas dan 70 orang lainnya hilang. Kami sangat prihatin dan ini menjadi bencana nasional, sehigga kami Bara JP selain menggerakan relawan juga membuka donasi untuk disalurkan,” jelas Utje, saat dihubungi melalui pesan WhatsAppnya, Selasa (6/4/2021) pagi.

Plt Ketua Umum (Ketum) Barisan Jokowi Presiden atau Bara JP, Utje Gustaaf

Lebih jauh Utje menyebutkan, pihaknya telah menyediakan nomor rekening bagi para dermawan yang ingin mendonasikan sebagian rezekinya, yakni melalui nomor rekening bank Mandiri 1250014102321, atas nama Warsun (Wakil Bendahara Umum DPP Bara JP).

“Tentunya setiap jumlah yang dikirimkan para dermawan, berapa pun nilainya akan kami salurkan. Ini amanah. Lebih dari itu, kita bangsa Indonesia telah diajari gotong royong, membantu sesama. Maka dari itu, Bara JP mengajak siapa saja para dermawan untuk membantu saudara kita di NTT,” ungkap Utje.

Utje melanjutkan, mereka — korban bencana NTT — saat ini sedang diuji oleh tuhan dan tengah dirundung kesusahan.

“Lantas pantas kah kita berdiam diri dan menikmati duniawi. Ingat saat ini saudara di NTT yang sedang sulit, tidak tahu besok atau lusa giliran kita yang mengalami itu. Maka dari itu mari kita saling membantu bagaimanapun caranya. Itulah budaya dan tradisi Indonesia. Saling membantu. Pesan ini juga saya sampaikan kepada semua keluarga besar di Bara JP,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pada Minggu (4/4) dini hari, terjadi peristiwa banjir bandang, tanah longsor, hingga, pohon tumbang di sejumlah wilayah NTT. Bahkan kapal motor penumpang (KMP) yang ukurannya cukup besar pun tenggelam akibat terombang-ambing ombak saat cuaca ekstrem terjadi.

Sebelum bencana hidrometeorologi ini terjadi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem. BMKG mendasarkan pada keberadaan bibit siklon dan sejumlah fenomena cuaca lainnya.

“BMKG sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi adanya dua bibit siklon tropis, yaitu bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatera dan bibit siklon tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/4/2021). (bon)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook