Gelapkan Dana Nasabah, Karyawan BRI Ditangkap Polisi

BOGOR, INDONEWS,– Polres Bogor berhasil melakukan pengungkapan terhadap tersangka penggelapan uang nasabah BRI sebesar Rp1 miliar yang menimpa warga Depok pada 3 Juli 2020 lalu.

Kejadian tersebut bermula saat SU selaku Relation Manager bank BRI KCP Cileungsi melakukan pemeriksaan simpanan nasabah di sistem Bank BRI. Dari pemeriksaan didapati rekening atas nasabah berinisial SS berkurang secara drastic, yang mulanya memiliki tabungan sebesar Rp1 miliar rupiah dan tersisa hanya Rp 1,5 juta rupiah.

Diketahui dalam riwayat transaksinya, nasabah SS pernah mentransfer uang ke rekening pribadi Bank BCA atas nama tersangka AM.

Pihak BRI yang melakukan konfirmasi kepada nasabah SS pun diketahui pernah menyerahkan uang sebesar Rp1 miliar yang diperuntukan untuk simpanan dana di Bank BRI kepada AM, yang merupakan Asisten Manager Pencari Dana di BRI.

Polres Bogor yang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan kasus penggelapan uang nasabah Bank BRI KCP Cileungsi tersebut pun berhasil mengamankan tersangka AM (34), berikut barang bukti berupa 4 lembar aplikasi formulir pembukaan rekening atas nama korban SS, 1 lembar pembukaan perubahan rekening, 1 lembar slip penyetoran uang tunai, 1 lembar buku tabungan Bank BRI atas nama SS, 1 bundel rekening koran, 1 lembar berita acara penyerahan buku tabungan, 1 buah Skep jabatan AM, 1 lembar surat pernyataan.

Kemudian 1 buah buku tabungan tahapan Bank BCA atas nama tersangka AM, 1 lembar kartu ATM Paspor Platinum Debit BCA dan 1 unit handphone Merk Xiaomi warna hitam.

“Dalam melakukan aksinya, tersangka AM ini bermodus menawarkan program fiktif simpanan dana Gebyar Britama kepada korban SS sebesar Rp1 miliar, dan diimingi dengan pemberian hadiah sebesar Rp40 juta,” jelas Kapolres Bogor, AKBP Harun, Selasa (20/4/2021).

Selanjutnya korban SS yang berminat dengan program fiktif tersebut dibuatkan rekening baru di Bank BRI KCP Cileungsi yang kemudian diserahkan kepada Korban SS.

Namun tersangka AM meminta kembali Buku Tabungan dan ATM korban SS dengan alasan untuk dilakukan pencarian hadiah. Namun kenyataannya tersangka AM melakukan pengambilan uang milik korban.

“Dari pengakuan tersangka AM, bahwa hasil penggelapan uang nasabah tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi, bermain judi online serta ikut dalam jual beli saham/forex di salah satu aplikasi. Atas penggelapan dana nasabah tersebut, pihak BRI mengganti uang nasabah SS,” tutur Harun.

Sementara itu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka akan dengan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Firm)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook