PT. PPE Dimohonkan PKPU ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat

PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) Kabupaten Bogor. (foto: Istimewa)

BOGOR,– Dalam siaran pers yang diterima Indonews Kamis (22/4/2021), LBH Bogor, Zentoni, S.H., M.H (Direktur Eksekutif) menyebutkan, PT. Prayoga Pertambangan dan Energi (PT. PPE) dimohonkan PKPU ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

“Berdasarkan informasi dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jakarta Pusat, permohonan itu terdaftar dengan nomor perkara 145/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Jkt.Pst pada hari Jumat tanggal 26 Maret 2021, ungkap Zentoni, S.H., M.H. selaku Direktur Eksekutif LBH Bogor,” tulis Zentoni.

Permohonan PKPU itu didaftarkan oleh 2 perusahaan yaitu PT. Asphalt Bangun Sarana dan PT. Jaya Trade Indonesia selaku Pemohon PKPU.

“Dalam petitumnya PT. Asphalt Bangun Sarana dan PT. Jaya Trade Indonesia selaku pemohon PKPU meminta PN Jakarta Pusat menerima dan mengabulkan permohonan pemohon PKPU untuk seluruhnya,” katanya.

“Menyatakan termohon PKPU PT. PRAYOGA PERTAMBANGAN DAN ENERGI (PT. PPE) dalam PKPU sementara selama 45 hari terhitung sejak putusan diucapkan. Demikian bunyi dari salah satu petitum,” tulisnya lagi.

Lalu, pemohon juga meminta PN Jakarta Pusat untuk mengangkat dan menunjuk Hakim dari Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai Hakim Pengawas untuk mengawasi proses PKPU termohon PKPU.

Tak hanya itu, PT. Asphalt Bangun Sarana dan PT. Jaya Trade Indonesia juga meminta agar Jeffrey P Napitupulu, S.H., dan Albert Panca Hasudungan Simamora, S.H., M.H., ditunjuk sebagai tim pengurus untuk mengurus harta termohon PKPU dalam hal PT. PPE dinyatakan PKPU sementara.

“Yang terakhir, pemohon meminta PN Jakarta Pusat menghukum termohon PKPU untuk membayar seluruh biaya perkara,” tutup Zentoni. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook