Kades Cicadas: Tidak Ada Pemotongan BST, Melainkan Pengalihan

BOGOR, INDONEWS,– Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos untuk warga terdampak Covid-19 periode bulan Maret dan April telah cair. Nilai yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) seharusnya sebesar Rp600 ribu, namun diterima menjadi Rp300 ribu.

Tak pelak, hal ini ramai di kalangan masyarakat, yang mana permasalahnya adalah tentang pemotongan atau pengalihan bantuan tersebut.

Berdasarkan data dari Kemensos, banyak data saat ini kurang valid. Faktanya masih kurang tepat sasaran, seperti KPM meninggal dunia dan yang sudah pindah alamat tapi masih terdaftar sebagai penerima bantuan. Tetapi data itu tidak ada keterangannya di wilayah RT maupun RW, sehingga pihak desa mengerjakan sendiri.

“Memang sangat harus dimaklumi bahwa data dari Kemensos kurang valid, kurang tepat sasaran. Karena masih ada yang sudah meninggal dunia dan pindah tinggal, tapi mendapatkan masih terdaftar,” jelas Kepala Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Dian Hermawan, di ruang kerjanya, Jumat (24/4/2021).

Dian menyampaikan BST di Desa Cicadas untuk satu bulan dialihkan pada penerima lain yang dianggap memenuhi kriteria sebagai penerima, jadi pihaknya menyebut bantuan tersebut tidak dipotong.

“BST dari Kemensos di Desa Cicadas, sesuai yang terdata seluruhnya berjumlah 5.929 KPM untuk bulan Maret dan April, namun karena satu bulan dialihkan, maka jumlahnya menjadi 11.858 penerima,” terang Dian.

Menurut dia, kebijakan ini sudah melalui hasil kesepakatan bersama yang tertuang dalam berita acara musdes, serta dikuatkan dengan surat pernyataan dari semua ketua lingkungan (RT, RW) serta disetujui karang taruna desa, yang meliputi pokja, tokoh masyarakat, sampai dengan 73 RT serta kepala dusun.

Ia juga mengakui, bahwa BST satu bulan dialihkan pada penerima yang tidak terdaftar di kemensos.

“Jadi saya tegaskan tidak ada istilah pemotongan BST. Hanya dialihkan. Bicara aturan, kita mempunyai kesepakatan yang perpedoman pada kearifan lokal, dengan musyawarah desa yang menghasilkan kata mufakat. Hasilnya kami pertanggungjawabkan bersama-sama,” ujarnya.

“Jadi yang terpenting, masyarakat Desa Cicadas pada umumnya tidak ada kesenjangan sosial satu sama lain. Itu tujuannya supaya lebih banyak penerimanya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah membantu monitoring terkait BST, khususnya di Desa Cicadas, umumnya di Kecamatan Gunung Putri,” sambung Dian.
“Mari sama-sama kita mengingatkan satu sama lain. Yang terpenting bagi saya sekarang warga Desa Cicadas jangan sampai berharap lebih terkait bantuan dari pemerintah. Itu sama dengan kita mendoakan Covid-19 umurnya panjang. Mari kita mendoakan agar bantuan ini cepat selesai, pandemi Covid-19 hilang hingga kita bisa beraktifitas seperti sediakala,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook