Bantuan Rutilahu Desa Cipeucang, Ajang Bancakan?

Foto: Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah, S.E.M.M (kiri)

BOGOR, INDONEWS,– Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Kalimat tersebut rasanya tepat bagi masyarakat Desa Peucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebab, hak mereka untuk menerima bantuan dana rumah tidak layak huni atau rutilahu justru disinyalir jadi ajang bancakan oknum desa.

Pertama, hal tersebut terbongkar karena masyarakat penerima bantuan rutilahu tidak menerima faktur. Sehingga, diduga kuat banyak dana yang berceceran yang akhirnya masuk kantong pribadi sang oknum.

Ironisnya lagi, ketika hal ini dikonformasikan kepada Pjs Kepala Desa Cipeucang bernama Subur melalui Sunardi selaku Kaur Kesejahteraan Desa Cipeucang, ia tidak menjawab dan terkesan masa bodoh atas apa yang menjadi permasalahan rutilahu di desanya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah, S.E.M.M, mengatakan, terkait dugaan adanya penyelewengan pembangunan rutilahu di Desa Cipeucang, team satgas penindakan, yaitu kejaksaan dan polres telah siap untuk melakukan penindakan tegas, termasuk turun ke lapangan untuk melakukan investigasi.

“Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan hanya sebagai bentuk administrasi. Dana rutilahu dipegang oleh pemerintahan desa (pemdes), termasuk Pemdes Cipeucang. Merekalah yang mengelola semua. Terkait bon atau faktur atau bukti serah terima material wajib diberikan kepada warga penerima bantuan, sesuai aturan yang ada,” ujar Juanda saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2019).

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Indonews, di Desa Cipeucang ada salah seorang ketua RT yang diduga bukan pelaksana lapangan, namun menyerahkan material tanpa dilengkapi kuitansi kepada penerima rutilahu. Sehigga warga bingung, berapa sebenarnya dana yang sudah diterima dan belum diterima sesuai dengan anggaran seharusnya.

“Ada warga sebagai penerima bantuan rutilahu tidak mendapatkan faktur pembelian barang (material) malah yang nangani Ketua RT 01 RW 01, yaitu Nining,” kata salah seorang warga yang meminta tidak disebutkan namanya, Rabu (4/9/2019) lalu.

Dengan adanya kejanggalan ini, warga meminta pihak kejaksaan dan kepolisian segera turun tangan membongkar dugaan korupsi di Desa Cipeucang. (Tim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook