Di Kabupaten Bogor, Dari 6 Hanya 2 Alat PCR Digunakan Maksimal

BOGOR, INDONEWS – Pemerintah Kabupaten Bogor telah memiliki enam alat PCR, dan bahkan akan bertambah satu lagi, untuk tes Covid-19. Tapi, dari jumlah itu baru dua yang digunakan secara maksimal saat ini.

Padahal, seperti diakui, pemerintah daerah itu semakin kelabakan dengan semakin meningkatnya penularan Covid-19 yang menuntut semakin banyak pengujian sampel untuk pelacakan penyebaran virus itu. Akibatnya, Pemda Kabupaten Bogor selama ini mengalihkan sebagian sampel ke laboratorium lain milik Kementerian Kesehatan, IPB University, dan Badan Penelitian Kesehatan Lingkungan.

“Untuk tes PCR kami baru mulai. Lagian dalam pengoperasian alat, kami tidak sembarangan, harus ada uji dari Kemenkes,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dedi Syarif, saat diminta penjelasannya perihal hanya dua dari enam alat PCR yang digunakan itu, Sabtu 3 Oktober 2020.

Dedi menerangkan, keenam alat PCR itu kini berada di empat RSUD di Ciawi, Cibinong, Cileungsi dan Leuwiliang dan sisanya masih disimpan saja di Laboratorium Kesehatan Daerah milik Dinas Kesehatan. Hanya dua yang sudah digunakan secara maksimal dengan kapasitas 200-an spesimen per hari ada di RSUD Cibinong dan Ciawi.

Menurut Dedi, surat rekomendasi dari Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan baru saja turun untuk dua alat PCR yang  berada di RSUD Leuwiliang dan Cileungsi sehingga selanjutnya bisa digunakan secara maksimal. Kata Dedi, rekomendasi itu diperlukan agar pengoperasian alat terintegrasi dengan data pusat.

“Sebelumnya juga sudah running tapi penggunaannya sebatas internal pasien Covid-19 di masing-masing dua RSUD itu,” katanya.

Dedi berharap dengan semakin banyak alat PCR yang beroperasi akan memudahkan intansinya menekan jumlah kasus positif Covid-19 juga. Termasuk dengan tambahan satu alat PCR lagi–dari BNPB–yang rencananya akan ditempatkan di RSUD Cibinong. Total nantinya Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memiliki tujuh alat PCR untuk mempercepat pengujian sampel swab test.

Dedi mengatakan saat ini baru 20.143 spesimen sampel usap yang sudah diuji dari wilayah Kabupaten Bogor. Angka itu masih jauh di bawah standar WHO yang menetapkan minimal pemeriksaan satu dari seribu orang. Itu artinya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor harus melakukan minimal 60 ribu swab test.

Sumber: Tempo | INDONEWS
Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook