Menuntut Dipekerjakan Kembali, Warga Tutup Jalan Akses Perusahaan

BOGOR, INDONEWS – Warga Kampung Parung Tanjung RT 04 RW 13, tepatnya di seputaran jalan Nito yang tergabung dari 13 perusahaan melakukan aksi dengan menutup akses jalan perusahaan, Senin (6/10/2020). Waga menutup separuh jalan kendaraan yang melintas arah perusahaan. Aksi ini merupakan buntut dari Perusahaan PT Megasari Makmur yang memPHK sepihak 12 karyawannya.

Dalam aksi, warga pun menutup setengah jalan yang dilintasi kendaraan yang mengarah ke PT Megasari Makmur serta 13 perusahaan lainnya. Mereka juga membentangkan spanduk bertulisakan “Utamakan Pribumi yang Dipekerjakan” jika tuntutan tidak diindahkan besar kemungkinan akan ditutup kembali semua akses kendaraan.

Nemin, warga Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dan selaku anak dari pemilih jalan tersebut menjelaskan, aksi protes menutup sebagian jalan perlintasan mobil keluar kendaraan ini sudah berlangsung empat hari, mulai dari hari Jumat lalu.

“Alasan kami menutup jalan karena jalan ini tanah orangtua kami dan hak kami. Setiap tahun kami yang membayar pajak jalan ini. Jadi wajar dong kalau kami protes dan menutup jalan ini,” ujarnya.

Menurutnya, aksi dilakukan karena ada penyebabnya,yakni sebanyak 12 orang di-PHK secara sepihak oleh PT Megasari Makmur. “Maka kami menuntut kepada perusahaan agar kami dipekerjakan lagi dan menjadi karyawan tetap,” katanya.

“Kami kerja di Megasari Makmur rata-rata sudah 5 tahun ke atas dan tanpa pernah di off dulu, bahkan ada yang sudah 12 tahun berkerja di perusahaan tersebut. Saya mewakili dari 12 orang di-PHK saat ini meminta dan menuntut agar perusahaan bisa mempekerjakan kami lagi dan mengangkat kami sebagai karyawan tetap,” tegasnya.

Disampaikan, sejauh ini tanggapan perusahaan belum merespon dan baru ada  mediasi dengan disaksikan bhabinkamtibmas, babinsa serta RT, RW setempat.

“Hasil dari audiensi dengan pihak PT Megasari Makmur tanggal 12/10/2020 nanti, kami dijanjikan akan dipekerjakan lagi dan diangkat menjadi karyawan, tapi secara lisan, belum ada secara tertulis. Jika tidak dikabulkan, aksi ini akan kembali kami dilakukan dengan menutup jalan total,” tandasnya.

Sementara itu, Adi selaku GE dari pihak PT Megasari Makmur saat dikobfirmasi di perusahaannya, mengaku tidak bisa berkomentar.

“Saya tidak bisa komentar karena yang berwenang dalam hal ini menejemen, bukan saya,” terangnya. (Firm)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook