Minimarket Nakal Akhirnya Ditegur Satpol PP

BOGOR, INDONEWS – Gencarnya tim gabungan Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan razia penegakan disiplin dalam mencegah dan mempersempit penyebaran Virus Corona, layak diacungi jempol. Pasalnya, sejumlah pelanggaran berhasil ditindak.

Tim gugus tugas juga tak hentinya mengimbau masyarakat untuk tetap dan tertib melaksanakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Setiap warga dan tempat keramaian yang dijumpai tidak mematuhi protokol kesehatan, tak luput dari teguran dan serta sanksi.

Tim yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Muspika dan Pemdes rutin melaksanakan razia penegakan displin guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing. Aparat Gabungan serta pemerintah Kabupaten Bogor intensif mempersempit penyebaran Covid-19 agar wilayahnya benar-benar steril.

BERITA TERKAIT: Di Kabupaten Bogor, Sejumlah Minimarket Nekat Langgar Jam Operasional

Namun seakan luput dari pantauan aparat atau satgas Covid-19, sejumlah minimarket di Jalan Raya Bojong Kulur, tepatnya Cicadas dan Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri diduga melanggar aturan PSBB.

Minimarket tersebut nekat beroperasi melewati batas ketentuan Perbub Bupati bogor Nomor 60 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB, bahwa minimarket hanya beroperasi dari pukul 08:00 wib sampai 19:00 Wib. Akat tetapi minimarket nakal itu tetap nekat beroperasi melebihi waktu yang sudah ditentukan.

Menanggapi hal ini, Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Gunung Putri, Suradi mengaku telah menindak sejumlah minimarket nakal.

“Berkaitan dengan adanya laporan masyarakat tersebut, kami sudah mendatangi minimarket yang melanggar PSBB, dan sudah kami beri teguran agar tidak melakukan hal itu lagi. Akan tetapi jika masih melakukan pelanggaran Satpol PP Gunungputri tidak akan segan-segan untuk bertindak tegas,” ujar Suradi, di Kabupaten Bogor, Senin (28/9).

Di tempat terpisah, Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait mengaku sangat menyayangkan sikap dari para pemilik minimarket yang tidak mengindahkan Perbub Nomor 60 2020 tentang PSBB.

“Seharusnya mereka paham dan taat aturan, apalagi saat ini angka pasien terpapar Covid-19 terus bertambah. Maka, kami berharap Satpol PP selaku penegak dan pengawal Perbub dan Perda lebih tegas dalam memberikan sanksi serta terus menyampaikan imbauan. Sanksi menurut kami yang paling penting agar menjadi efek jera bagi minimarket lainnya,”
ucap Jonny. (Firm)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook