Orangtua Tercekik, Kepsek Tarikolot 4 Lakukan Pungli?

Sejumlah murid SDN Tarikolot 4 tengah beraktifitas di halaman sekolah.

BOGOR, INDONEWS,– Pungutan liar alias pungli masih saja terjadi di sekolah. Pungli seolah membudaya di kalangan pendidikan, sehingga tak jarang membuat orangtua murid merasa tercekik.

Indikasi pungli juga mencuat di SDN Tarikolot 4, Kp. Bojong Unduk, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di mana salah satu orangtua siswa yang meminta tak disebutkan namanya ‘curhat’ soal beban dari pungutan tersebut.

“Pungutan itu alasannya untuk bayar penambahan bangku kelas, pengecetan ruang kelas, ganti sampul rapot dan untuk menyelengarakan kegiatan pramuka. Setahu kami, itu urusan sekolah, bukan urusan kami. Terlebih kan ada BOS (Biaya Operasional Sekolah). Jadi kesannya kami sebagai orangtua diperas sekolah. Kami tercekik,” ujar dia, Rabu (30/10/2019).

Kepala SDN Tarikolot 4, M. Rokib, S.Pd (kiri, baju putih)

Sementara saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kepala SDN Tarikolot 4, M. Rokib, S.Pd membenarkan adanya pungutan tersebut.

“Semua pungutan yang ada di sekolah diserahkan kepada komite, dan melalui persetujuan komite. Memang ada BOS, tapi itu tidak terkaper,” katanya, belum lama ini.

Pungutan biaya untuk penambahan bangku dilakukan dengan menyertakan amplop yang disediakan pihak sekolah kepada orangtua. Sedangkan menurut informasi dari orangtua murid, rata-rata mereka menyerahkan uang kisaran Rp10.000, dan lebih.

Begitu juga dengan pungutan biaya pengecatan ruang kelas dan biaya penggantian sampul raport dipungut biaya Rp50.000 per murid. Dan biaya kegiatan kemping sekolah yaitu sebesar Rp40.0000 untuk murid yang ikut.

“Untuk kegiatan pramuka, kita tidak punya biaya. Maka kita panggil perwakilan orangtua atau komite sekolah. Komite pun sepakat (melakukan pungutan, red), dan orangtua juga setuju, dengan catatan tidak dipaksa dan tidak diwajibkan,” tutur Rokib.

Diakui, soal pergantian sampul raport, sekolah sudah memangil orangtua dan mereka setuju untuk pergantian ini. “Dan yang menyampaikan program saya semua komite. Yang bicara kepada orangtua adalah komite. Dan mereka setuju,” ungkapnya, seolah mengambinghitamkan komite.

Sebagai catatan, berdasarkan keterangan salah seorang guru, SDN Tarikolot 4 memiliki 500 orang siswa lebih. Ia pun enggan berkomentar banyak soal adanya pungutan. Meski begitu, sang guru membenarkan, di SDN Tarikolot ada pungutan kepada orangtua dengan kisaran Rp.10.000 hingga Rp.40.000. (Ris/Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook