Pelaku Penyerangan dan Penganiayaan Balon Kades Diamankan Polisi

BOGOR, INDONEWS- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bogor dicederai aksi tidak terpuji. Diduga beberapa orang pendukung salah satu bakal calon (balon) kades di Klapanunggal menyerang rumah dan melukai keluarga salah satu balon.

Pendaftaran calon kades sendiri sudah selesai, dan sudah ada 5 balon yang akan diverifikasi datanya dan tinggal menunggu penetapan data para balon oleh panitia Pilkades.

Berdasarkan Informasi dari warga di lokasi kejadian, penyerangan itu terjadi karena adanya salah satu balon yang mencalonkan diri dan didukung masyarakat, sehingga membuat salah satu balon merasa tidak senang.

Peristiwa penyerangan itu terjadi Senin (5/10/2020) malam sekitar pukul 20.00 Wib selepas Isya. Korban inisial AE yang merupakan balon Kades Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor saat itu sedang di rumah bersama keluarga dan sedang menerima tamu. Tiba-tiba didatangi 3 orang yang belum jelas maksudnya dan terlihat emosi.

Melihat ada yang tiba-tiba masuk dan menyerang membabi buta dan terlihat emosi, sontak korban melawan karena korban tidak siap dan disertai kaget, akhirnya ibu dan anak korban terkena sabetan celurit pelaku.

“Dari tadi siang pelaku ini sudah mondar mandir di depan rumah, namun kami tidak menyangka hal ini terjadi,” ujar AE.

“Kami sudah curiga, tapi kami tidak menyangka terjadi, soalnya sebelum kejadian ini kami pernah diancam akan dihabisi melalui media sosial. Tapi akhirnya terjadi dan nyata ancamannya tersebut,” katanya.

“Akibat kejadian ini anak saya luka kena 12 jahitan dan dilarikan ke rumah sakit dan ibu saya juga luka kakinya terkena sabetan celurit pelaku. Saya pun demikian sudah sempat nempel clurit ditengkuk leher saya, tapi saya sendiri tidak apa-apa Alhamdulilah Allah Swt melindungi kami dan keluarga,” ucap korban dengan suara sedikit terbata-bata.

AE tampak menahan sedih dan trauma sambil badan gemetaran ia tampak terpukul dan mengalami shock karena membayangkan ibu dan anaknya yang sudah jadi korban kebrutalan pelaku.

Saat ini pelaku yang sempat tertangkap di rumah korban sudah diserahkan ke kepolisian dan sudah ditangani kepolisian dan menunggu hasil serta perkembangan selanjutnya.

“Saya kawatir keluarga dan anak-anak saya trauma dan shock dengan kejadian ini, saya meminta kepada aparat penegak hukum khususnya kepolisian agar kasus ini diusut sampai tuntas. Dicari dalangnya dan dihukum seadil-adilnya,” pinta AE.

Berkaitan dengan hal ini, Kapolsek Klapanunggal yang hadir dilokasi saat dimintai keterangan belum bersedia memberi keterangan. (Firm)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook