Proyek Jembatan Cimapag, Kontraktor Gunakan Material Bekas

BOGOR, INDONEWS –Proyek peningkatan jembatan Cimapag pada jalan Desa Buanajaya – Sirnarasa Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor senilai Rp8.183.890.000 dengan Kontraktor PT. Mulyagiri dan Kontraktor Pengawas PT. Angelia Oerip Mandiri, pada papan proyek tidak disebutkan panjang dan lebar jembatan.

Saat tim media Indonews ke lokasi proyek, ditemukan terdapat besi pipa bekas potong-potongan diameter kurang lebih 20 inch yang sudah disambung dengan las, sedangkan seharusnya menggunakan besi WF sebagai penyangga bentangan jembatan.

Budi selaku kontraktor pelaksana lapangan saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, bahwa pipa besi bekas tersebut hanya sebagai penyangga jembatan saja dan itu tidak masalah.

“Di RAB dan gambar gak ada besi pipa, kalau digambar pakai besi WF bukan besi bullet,” ungkapnya, Sabtu (4/10/2020).

Padahal, seharusnya kontraktor mengikuti RAB dan gambar karena sebagai acuan dalam pelaksanaan proyek. Dalam RAB sudah jelas perhitungan harga satuan setiap jenis bahan material. Apa mungkin dalam RAB proyek senilai milyaran rupiah ada bahan material bekas yang masuk dalam perhitungan RAB?

Terkait adanya bahan material bekas yang digunakan dalam pembangunan proyek jembatan tersebut, terindikasi bahwa pihak kontraktor menyalahi spek bahan material yang digunakan.

“Kalau pipa itu alat bantu untuk perancah apakah itu melanggar spek?” H. Budi menambahkan.

Terkait adanya bahan material bekas untuk pembangunan jembatan tersebut, agar pihak konsultan pengawas dan khususnya Dinas PUPR Kabupaten Bogor agar melakukan sidak ke lokasi proyek.

Menurut informasi warga Desa Buanajaya bahwa proyek jembatan Cimapag antara jalan Desa Buanajaya dan Desa Sirnarasa, adalah merupakan bukti janji Bupati Ade Yasin saat kampanye sebagai calon Bupati Bogor. (Jaya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook