Tak Terima Diberitakan, Oknum Ketua Panitia Pilkades Diduga Intimidasi Wartawan

BOGOR, INDONEWS – Pemungutan biaya pemilihan kepada calon kepala desa (kades) jelas menyalahi Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Pada Pasal 34 nomor 6 disebutkan, biaya pemilihan kepala desa dibebankan kepada anggaran dan belanja daerah kabupaten.

Seperti diketahui pendaftaran calon kades di Kabupaten Bogor telah dibuka, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menegaskan, panitia dilarang meminta sumbangan kepada para calon kades karena itu adalah pungutan liar (pungli) dan melanggar UU Tipikor.

Saat ini, panitia Pilkades Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor telah membuka pendaftaran bakal calon (balon) kades tahun 2020. Namun disinyalir tidak menghiraukan imbauan Perbub dan Kadis DPMD, bahwa Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2K) tidak boleh memungut biaya pemilihan kepala desa kepada balon. Yang terjadi saat ini, Panitia Pilkades Wanaherang melanggar aturan dan Undang-undang dengan sudah melakukan pungutan kepada balon kades.

Salah satu calon yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, para balon kades saat ini telah dipungut dana oleh panitia sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta per balon, namun dana itu sudah dikembalikan lagi oleh panitia Pilkades Wanaherang.

Ketua Panitia Pilkades Wanaherang, Hamdani saat dikonfirmasi membenarkan hal itu dan siap mengembalikan lagi dana yang sudah dipungut dari para balon.

Namun sangat disayangkan, seorang ketua panitia yang seharusnya memberikan contoh pada masyarakat justru telah melakukan tindakan tidak terpuji, berkaitan dengan maraknya pemberitaan tentang masalah tersebut.

Pada Senin (19/10/2020), melalui pesan WhatsApp, Ketua Pilkades Wanaherang diduga melakukan intimidasi kepada wartawan dengan mengatakan dihargai tapi tidak menghargai.

“Mau main-main rupanya dengan saya. Saya hargai, tapi sebaliknya (wartawan, red) tidak ada timbal baliknya. Oke kalau begitu. Berita ini naik tanpa konfirmasi lagi sebelumnya dengan saya,” ujarnya.

“Seharusnya ada konfirmasi lagi sebelum naik. Jangan sok sok-an yah. Saya hargai, tapi tidak menghargai saya. Saya ingatkan dengan berita ini, jangan harap bisa saya hargai lagi,” ujar Hamdani. (Firm)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook