Warga Kranggan Rela Berdesakan Demi Daging Kurban

BOGOR, INDONEWS – Ratusan warga Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, rela berdesakan demi memperoleh daging kurban di Masjid Al-Ikhlas Perumahan Gunung Putri Permai, Selasa (20/7/2021).

Sayangnya ratusan warga itu justru mengabaikan protokol kesehatan PPKM Darurat.

Dari pantauan Indonews, kerumunan warga serta antrean warga mengular panjang menunggu pembagian daging kurban yang dibagikan panitia. Ratusan warga ini rela antre sejak pukul 15:00 wib meski pembagian daging kurban baru dilakukan setelah pukul 16:00 wib sore.

Ratusan warga ini mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak serta tidak ada petugas Prokes yang berjaga ataupun menghimbau dari pihak panitia kurban Bahkan, sebagian warga juga tidak memakai masker dan membawa anak.

Salah satu warga mengaku rela antre agar bisa dapat daging mereka bahkan berdalih terbiasa berdesakan meski dengan membawa anaknya.kupon itu akan ditukar dengan daging kurban.

“Mau antre daging mas, jarang makan daging kecuali pas lebaran haji aja,” kata Emi, warga yang mengantre.

Sementara Kepala Desa Karanggan, Adang selaku Ketua Gugus Tugas Satgas Covid-19 desa saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa sebelumnya sudah memberikan arahan imbauan pada warganya terutama panitia terkait.

“Memang ada dua Minggu sebelumnya salah satu warga BTN yang meminta arahan tentang qurban, tapi saya bilang Qurban dibolehkan, tetapi tetap untuk panitia menjalankan prokes, dan jangan sampai ada antrean kerumunan untuk yang ambil daging, dan saya sarankan untuk daging dibagikan ke langsung oleh panitia ke orang yang berhak,” ungkap Kades melalui pesan WhatsApp.

Ia pun menambahkan seperti tempat hewan kurban yang lainnya, di musola dan mesjid di lingkungan berlangsung aman karena dirinya memerintahkan untuk tidak antrie dalam pengambailan daging.

“Adanya daging diantar oleh panitia ke penerima. Makanya enggak tahu kalau di masjid Al Ikhlas berlangsung seperti itu,” sambungnya kades melalui pesan WhatsApp.

Selaku kepala desa, Adang pun langsung menanggapi aduan terkait kerumunan saat qurban, pihaknya akan memberikan teguran dan sanksi.

“Kita akan melibatkan petugas terkait, seperti bimas, Satpol PP dan petugas satgasus yang ada di wilayahnya,” tutupnya. (Firm)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook