Warga Tutup Jalan, Perusahaan Sekitar Megasari Terkena Imbas

Warga kampung Parung Tanjung RT 04 RW 13 tepatnya seputaran jalan Nito dalam akses dari 13 perusahaan memblokir seluruh jalan kendaraan yang melintas arah ke perusahaan

BOGOR, INDONEWS,- Kembali, warga kampung Parung Tanjung RT 04 RW 13 tepatnya seputaran jalan Nito dalam akses dari 13 perusahaan memblokir seluruh jalan kendaraan yang melintas arah ke perusahaan, Kamis (15/10/2020).

Aksi ini merupakan buntut dari Perusahaan PT Megasari Makmur yang dianggap mem-PHK secara sepihak 12 karyawannya, serta perusahaan dinilai ingkar janji dari perjanjian bersama yang telah disepakati.

Dalam aksi itu, warga pun menutup jalan secara penuh. Jalan tersebut biasa dilintasi kendaraan yang mengarah ke PT Megasari Makmur serta 13 perusahaan lainnya. Warga juga membentangkan spanduk bertuliskan “Utamakan Pribumi yang Dipekerjakan”, jika tuntutan tidak diindahkan warga akan terus melaksanakan aksi tutup jalan secara total.

BERITA TERKAIT: Menuntut Dipekerjakan Kembali, Warga Tutup Jalan Akses Perusahaan

Nemin, warga Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor dan selaku ahli waris dari pemilik jalan tersebut menjelaskan, aksi menutup total jalan perlintasan keluar kendaraan ini sudah berlangsung selama dua hari mulai dari hari Rabu.

“Alasan kami menutup jalan, karena jalan ini tanah orangtua kami dan hak kami. Setiap tahun kami yang membayar pajak jalan ini. Jadi wajar dong kalau kami protes dan menutup jalan ini,” ujar Nemin.

Menurutnya, hal ini dilakukan lantaran 12 orang di-PHK secara sepihak oleh PT Megasari Makmur. Mereka menuntut kepada perusahaan agar dipekerjakan kembali dan menjadi karyawan tetap, namun sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak PT Megasari Makmur.

Akibat penutupan jalan akses kendaraan perusahaan tersebut, perusahaan di sekitar pun ikut terkena imbasnya. Seperti dikatakan H. Yani Sugianto, HRD PT Sunli Jaya dan juga Yusup, HRD PT Rafi Sarana Tekstil. Saat ditemui mereka mengaku sangat keberatan dengan adanya penutupan jalan ini karna meruakan jalan utama akses perusahaan-perusahaan yang ada disekitar PT Megasari Makmur.

“Akibat ditutupnya jalan, keluar masuk tranportasi jadi terganggu. Kami perusahaan yang tidak ada masalah dengan warga jadi terkena imbas,” ungkap H. Yani.

Menurutnya, hal ini sangat merugikan pihaknya karna saat ini kendaraan harus mengeluarkan biaya tranportasi tambahan, yang biasanya tidak ada biaya tranportasi tambahan dua hari ini pihaknya harus mengeluarkan lebih karena harus melewati jalan lain.

“Dalam hal ini, kami sangat menyayangkan sikap dari PT Megasari Makmur yang terkesan lambat dan kurang respon dengan tuntutan warga, sebab masalah mereka tranportasi perusahaan kami jadi kena imbasnya,” tegasnya.

“Kami berharap PT. Megasari Makmur agar cepat mengatasi dan menyelesaikan masalah ini dengan warga agar tidak sampai berlarut-larut dan bisa merugikan semua pihak,” tandasnya. (Firm)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook